Contoh Aplikasi Teknologi Hologram

 Contoh Aplikasi Teknologi Hologram


Kita sudah terbiasa dengan teknologi yang memungkinkan berinteraksi dengan pekerja jarak jauh, seperti layar konferensi video 2D. Saat para pekerja semakin tersebar di seluruh dunia, biasakan diri dengan gambar holografik 3D, avatar, dan realitas virtual dan augmented yang berlangsung di kantor Anda.

Perangkat lunak seperti Microsoft Hololens memungkinkan tim untuk bertemu, berinteraksi, dan berkolaborasi melalui realitas campuran. Secara khusus, HoloMeetings memungkinkan perusahaan mengadakan rapat di ruang kerja holografik bersama. Peserta dapat berbagi konten 3D dan 2D, yang dapat dilihat oleh semua orang dalam rapat. Yang menarik dari teknologi yang diusulkan ini adalah kenyataan bahwa jika seseorang memilih untuk berjalan di sekitar ruang kerja bersama, avatar mereka – bentuk holografik yang mengambil bentuk kepala dan bahu orang tersebut – meniru mereka, yang terlihat oleh pengguna dan lainnya. peserta. Rapat itu sendiri meniru lingkungan kantor pada umumnya. Misalnya, tidak ada tombol mute. Orang-orang juga bebas untuk datang dan pergi sesuka mereka, yang meniru rekan kerja yang tiba-tiba mampir ke meja Anda di tempat kerja. Ini merupakan salah satu contoh aplikasi teknologi hologram masa depan. Dan manfaatnya jelas – pertemuan virtual mengurangi kebutuhan akan ruang kantor dan perjalanan udara, yang memiliki pengaruh di seluruh dunia karena meminimalkan penggunaan energi dan mengurangi biaya.


Cara Kerja Beberapa Jenis Hologram 

Transmission Hologram

Transmission Hologram merupakan hologram yang terbentuk karena pertumbukan Reference Beam dan Object Beam pada satu permukaan holograf. Pada umumnya, Transmission Hologram memerlukan sinar seragam seperti sinar laser sebagai sumber cahaya dalam pembentukan gambar rekonstruksi dari suatu objek. 

sinar laser dibagi menjadi dua oleh Beam Splitter. Beam splitter ini merupakan sebuah kaca yang bersifat setengah cermin dan setengah lensa. Sinar yang dipisah oleh beam splitter dibagi menjadi dua, yaitu reference beam dan object beam. Reference beam diarahkan langsung pada permukaan holograf. Sedangkan sinar yang lain yaitu object beam, diarahkan pada objek dan dipantulkan menuju permukaan holograf. Percampuran antara reference beam dan object beam pada permukaan holograf dapat menghasilkan gambar rekostruksi yang dapat dilihat pada sisi holograf yang tidak terkena sinar atau sisi yang berlawanan dari permukaan holograf yang dikenai sinar.


Pada umumnya, transmission hologram memerlukan sinar yang bersifat quasi-monokromatik seperti sinar laser. Akan tetapi, terdapat jenis transmission hologram yang bisa menggunakan sumber cahaya putih atau cahaya sekitar, yang disebut Rainbow Hologram. Rainbow hologram merupakan perkembangan dari transmission hologram yang hanya bisa bekerja jika dikenai sinar laser. Rainbow hologram dapat bekerja meskipun hanya mendapat cahaya biasa atau cahaya putih.

Rainbow Hologram 

Gambar rekonstruksi yang tercipta pada rainbow hologram merupakan hasil dari dua proses holografi. Proses pertama mirip seperti pada transmission hologram sebagai objek dan hologram yang terbentuk melalui celah horizontal. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.


 Gambar di atas merupakan susunan optika yang digunakan oleh Dr. Stephen Benton untuk menghasilkan efek rainbow hologram pada tahun 1968. Dari gambar di atas, terlihat bahwa celah horizontal terletak di depan objek. Celah horizontal ini bertujuan untuk menghilangkan efek parallax (Efek perbedaan persepsi posisi akibat perbedaan sudut pandang) secara vertikal. Objek disinari oleh cahaya laser, kemudian sinar dipantulkan melalui celah sempit menuju lapisan hologram. Selain itu, lapisan hologram juga dikenai oleh reference beam. Hal ini persis seperti pada transmission hologram. Perbedaannya hanya terletak pada penggunaan celah sempit horizontal (Narrow slit). Adanya celah sempit di depan objek ini membuat pengamat hanya bisa melihat sebagian kecil dari objek

Refleksi Hologram 

 Hologram tipe refleksi memiliki perbedaan dalam menghasilkan gambar rekonstruksi dengan hologram tipe transmisi. Pada hologram tipe transmisi, sinar referensi dan sinar objek bertemu pada satu sisi dari permukaan hologram. Sedangkan pada hologram tipe refleksi ini, sinar referensi dan sinar objek bertemu pada sisi yang berlawanan dari permukaan hologram. Gambar rekonstruksi yang dihasilkan akan ditampilkan pada sisi yang bertumbukan dengan sinar referensi.


Dari gambar di atas, terlihat bahwa arah sinar referensi dan sinar objek datang secara berlawanan arah dan bertemu pada dua sisi hologram yang berbeda. Sinar yang digunakan pada hologram refleksi dapat berupa sinar monokromatik (Laser) maupun cahaya putih biasa. Gambar rekonstruksi yang dihasilkan oleh hologram refleksi merupakan pantulan dari percampuran sinar referensi dan sinar objek pada permukaan hologram. Hologram refleksi juga dapat dibuat multi warna. Caranya, laser yang digunakan dalam merekam gambar adalah laser tiga warna seperti merah, hijau, dan biru.


Gambar rekonstruksi yang tercipta pada hologram refleksi jauh lebih tajam dan berkualitas, bahkan hampir tidak bisa dibedakan dengan objek aslinya. Misalnya, jika yang dijadikan objek adalah cermin, maka gambar rekonstruksi yang dihasilkan dapat memantulkan cahaya. Selain itu, jika objek yang direkam adalah berlian, maka gambar rekonstruksi yang dihasilkan mempunyai kemampuan untuk berkilau sama persis seperti berlian yang direkam. Namun sebagai konsekuensinya, biaya produksi dari hologram refleksi menjadi relatif lebih mahal.


Komentar

Posting Komentar